Setelah Kesulitan, Pasti Ada Kemudahan.


Alhamdulillah. Dan Alhamdulillah. Beberapa hari yang melelahkan telah terlampaui. Mulai dari SP, PK2, serta IMSF 3 sedikit demi sedikit terlewati dengan hasil yang menenangkan hati. Dan memang, yang paling membuat beban ini terasa berkurang beberapa kilo adalah selesainya rangkaian acara Islamic Medical Science Festival 3 yang telah berhasil dan sukses diadakan oleh teman-teman dari Islamic Medical Student Association atau nama kerennya IMSAC.

Tak terasa, acara ini berakhir begitu saja. Err, bukan tidak terasa, bahkan sebenarnya terlalu lama, tapi saat telah selesai rasanya jadi tak terasa. Mengalir begitu saja hingga kita semua telah melewatinya. Teringat satu tahun yang lalu pertama kali panitia dibentuk, dan sempat mengalami beberapa perombakan panitia, perubahan konsep acara, pergantian pembicara, dan masih banyak lagi kendala yang merintangi jalannya acara ini.

Terlepas dari semua itu, hasil akhirlah yang menentukan. Seperti judul tulisan ini, begitupula keadaan kita, setelah melalui kesulitan, tibalah kita ke dalam masa kemudahan. Sesuai janji Allah “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. [94] : 6). Dan Alhamdulillah, bisa dibilang hasil kegiatan IMSF ini memuaskan. Sambutan positif dari para delegasi membuat kami merasa lega dan bangga bisa menyambut mereka dengan sukacita dan bahagia walaupun dalam pelaksanaannya tak luput dari kesalahan yang mungkin tak disengaja.

Sebagai seorang yang disebut Qiyadah, saya merasa bangga dengan kinerja yang solid dari semua teman-teman yang ada. Jujur, kontribusi saya dalam acara ini mungkin hanya sedikit saja, tapi memang merekalah yang luarbiasa. Ketua panitia, wuh, orangnya tegas dan berwibawa, sehingga bisa membawa hawa optimis kepada para panitia. Selanjutnya sie acara yang tak bosan-bosan merubah rundown acara hingga terciptalah detail yang hampir sempurna. Sekretaris dan kestariatan juga tak jemu mengetik surat dan mengedarkan proposal sebegitu banyaknya. Bendahara yang meskipun pusing dengan dana yang minim tetap membagi uang dengan proporsi yang setara. Danus yang berusaha mencari dana hingga ke Surabaya. Humas yang rela berkelana hingga universitas lain menerima undangannya. Pubdok yang ikhlas mendesign walau sebenarnya bukan ahlinya. Perkab menyediakan fasilitas yang bisa dibilang mewah. Trasport yang rela mengantar delegasi kemana-mana. LO yang selalu tersenyum dimanapun mereka berada. Dan konsumsi yang apabila tanpa mereka panitia pasti lapar dan dahaga. Tim yang solid bukan?

Harapan saya, semoga semangat kita semua tetap terjaga dan niat ini tetap lurus di jalanNya, semua yang kita lakukan hanyalah untuk beribadah kepadaNya, bukan hanya untuk mendapatkan cerita, atau ingin memperoleh sertifikat semata. Sungguh, kalian semua benar-benar luarbiasa dan semoga di kegiatan IMSAC berikutnya kekompakan itu tetap istiqomah. Semangat! Hamasah!

IMSAC!!! Luar Biasa! Allahu Akbar!

About devezzfil

Hello World. I'm just a college student with normal habits. Go to college, learning, playing, and do others stuff that make me to be a better student. My hobby is surfing on internet, writing, and now i'm learning how to editing a photo. At all, I just same as you, a person who wanna live peacely. Have a good day!
This entry was posted in Story Line. Bookmark the permalink.

One Response to Setelah Kesulitan, Pasti Ada Kemudahan.

  1. chah says:

    bukan setelah, tapi bersama..
    bersama kesulitan ada kemudahan…

    inna ma’a al-‘usri yusroo..
    kata “ma’a” kan kalo dalam bahasa arab bermakna bersama..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s