Hei, Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UB!


Dokter SpesialisBeralih dari Facebook menuju blog tercinta. Setelah membaca beberapa mimpi teman-temanku yang semuanya mengincar fakultas kedokteran yang bergengsi, aku hanya mengamini. Semoga mimpi mereka bisa tercapai dan kelak bisa menjadi dokter muslim yang bertitel Spesialis.😀 Nah, dan disini aku akan sedikit menjelaskan, mengapa aku memilih cita-cita menjadi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Kenapa? Kenapa? Sebenarnya banyak sekali alasan kenapa hingga akhirnya FK UB lah yang terpilih. Dulu, cita-citaku ingin kuliah di UI namun setelah aku benar-benar mencari info, maka tujuan itupun berubah. Ya, itulah dasar dalam mengubah tujuan. Sebuah tujuan itu tidak hanya sebuah mimpi kosong, namun sebuah mimpi yang benar-benar bisa kamu mimpikan dan bisa kamu wujudkan. Ya, mimpi itu insyaAllah terwujud jika kita berusaha keras.

Ya, karena aku ini adalah seorang anak dari keluarga pas-pasan, tidak kurang dan alhamdulillah bisa hidup dengan tinggal beratap genteng. Oleh karena itu, aku bertekad, tidak akan terus menerus membebani kedua orangtuaku. Sudah cukup apa yang mereka berikan hingga saat ini. Terlalu banyak, banyak sekali hingga aku takkan mampu mengembalikannya. Maka, aku pun bertekad untuk menggunakan uangku sendiri untuk membiayai pendidikan spesialisasiku.

Jadi ceritanya, malam itu aku habiskan waktuku untuk mengunjungi beberapa web dari FK yang ada di seluruh indonesia yang menyelenggarakan progam PPDS. Satu persatu web terbuka dan ternyata PPDS itu sangat mahal sekali. Di UI berkisar diatas 10 juta tiap semesternya, di UGM tak kalah mahal 30-50 juta, di Unair juga cukup mahal, bahkan ada yang 100 juta. *hufft* Akhirnya, pupus sudah harapan untuk kuliah disana. Namun, bukan berarti aku menyerah, aku masih ingin menjadi spesialis.

Aku teringat dengan FK UB, dimana ada seorang profesor terkenal disana yang aku masih ingat jelas namanya, Prof. Janggan, Sp. PD, Sp. JP. Ya, aku pernah mengikuti sebuah seminar di UB yang dijelaskan oleh beliau. Sungguh, aku sangat tertarik dengan penjelasannya tentang keajaiban jantung, luarbiasa pokoknya. Dan akhirnya aku mengetik web UB dan mencari info PPDS.

Alhamdulillah, subhanallah. Ternyata biaya pendidikan PPDS di UB jauh lebih murah, sekitar 3 juta per semester. Senang sekali rasanya, ada sebuah universitas terkenal yang ada pendidikan PPDSnya, letaknya di dekat rumah, dan ada profesor yang hebat disana. Entah keajaiban atau apa, tapi aku yakin, ini adalah mimpiku, ini adalah jalanku dan aku harus berusaha mulai dari saat ini untuk bisa menggapai semuanya.

Akhirnya, aku tidak menyesal tidak bercita-cita di UGM. Tidak menyesal pula tidak bisa kuliah di UI, dan tidak bersedih karena tidak mengharapkan Unair. Ada Universitas Brawijaya! Bukan, bukan promosi loh. Tapi ini adalah cita-cita seorang anak manusia yang ingin merangkai mimpinya. Ya Allah, semoga dengan mimpi yang aku tulis ini, kelak akan menjadi kenangan ketika aku sudah mendapatkan gelar Sp. PD. Namun, sebelum jauh-jauh ke Sp. PD, aku ingin mendapatkan gelar dokter dengan nilai yang memuaskan. Amiiin. Amiiin. Yaa, Robbal ‘aalamiin.😀

About devezzfil

Hello World. I'm just a college student with normal habits. Go to college, learning, playing, and do others stuff that make me to be a better student. My hobby is surfing on internet, writing, and now i'm learning how to editing a photo. At all, I just same as you, a person who wanna live peacely. Have a good day!
This entry was posted in Story Line and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Hei, Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UB!

  1. Dhika says:

    wah, sudah mulai merajut mimpi ya mas
    IPD itu berapa tahun ya studinya?
    kalau ingin tau kehidupan sehari-hari spesialis IPD, bisa baca buku The Doctor, karangan Triharnoto.

  2. arik says:

    IPD🙂
    amin
    semangat !

  3. muff says:

    manusia yang mengikhtiarkan, Allah Yang menentukan.

    semoga Allah berkenan memeluk mimpi-mimpimu, kak.😀
    aamiin.

  4. dewi says:

    dulunya kuliah dmna kak ?
    pengen kuliah fk ub😦

  5. tannia says:

    amin kak, semoga mimpi mimpi nya bisa terwujud🙂, trus ilmu yang didapet bisa berkah. Doakan juga ya kak !😀, saya pingin banget juga masuk UB !

  6. toti says:

    mau nanya nih pak dokter muda!!

    onani/masturbasi itu ada dampak negatifnya gak pada organ dalam ( otak manusia )!!! karena hampir 90% laki-laki di dunia ini pernah mengalaminya

    thanks

  7. Rania says:

    Kakak dulu sekolah di Gontor? dari tulisannya kelihatan soalnya seperti ahmad fuadi.

    • devezzfil says:

      wah, iya kah?
      mungkin ada juga pengaruh gaya menulis saya ke beliau, soalnya saya sering baca novelnya, inspiratif.

      tidak, saya mondok di pondok yang ngga terkenal kok,
      tapi tetap bersyukur masih bisa belajar banyak disana.

  8. Dwi rosa says:

    salam kenal kak, saya Dwi… Kira2 apa saja persiapan yang diperlukan untuk ujian prodi interna dan wawancara? Apa saja yang ditanyakan? HEhehe Trims

    • devezzfil says:

      salam kenal juga.

      wah,
      saya kan masih bercita-cita, hehe. belum sampai kesana.

      tapi yang pernah saya baca,
      pengetahuan dasar (paling penting), psikologi wawancara, toefl, dan PD aja.
      semoga sukses.🙂

  9. silmi says:

    kak kenapa kaka mengesankan banget sih :3 seneng liatnya🙂 semangat ya kak semoga berhasil. doakan. saya juga mau jadi dokter🙂

  10. Aku berminat kulian ambil fk jember karna sesuai dengan gajih ortu sebagai pns aku skrg masih kls 11 sma ipa dari kota kecil purwakarta jawa barat boleh tdk daftar dari sekarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s