Mahasiswa jangan takut digertak, oke?


 

Gertak

Gertak

Huh. Hari yang cukup melelahkan. Seharian mengurus kegiatan penerimaan mahasiswa baru yang tidak ada habis-habisnya, namun alhamdulillah bisa sampai di rumah jam 11 malam. Masih dalam suasana kemerdekaan yang berada di bulan suci ramadhan. Syukur alhamdulillah, selalu saya hanturkan kepada Allah yang selalu menjaga saya sampai saat ini. Entah bagaimana jadinya jika kita tidak diberi rahmad, taufik, dan hidayahnya, akankah bisa menulis isi blog ini? Oleh karena itu, Alhamdulillah.

Lalu, apa maksud judul kali ini? Hmm, tadi pagi waktu istirahat dari acara penyambutan mahasiswa baru di kampus, waktu itu saya sedang di Lab. Parasitologi, hape saya bergetar, ada nomor tak dikenal menelepon. Ya, saya sih biasa aja, soalnya temen-temen suka gonta-ganti nomor sih, jadi sering juga telepon ama nomer asing. Setelah saya angkat terjadilah percakapan yang kira-kira seperti ini.

Saya : “Halo, Assalamu’alaikum!”

Asing : *terderngar suara garang, kek preman* Selamat Siang, Pak! Kami dari kepolisian, nomor Bapak telah digandakan dan ybs terlibat kasus narkoba, oleh karena itu, harap Bapak menonaktifkan nomor ini demi kepentingan penyelidikan.

Saya : Kok bisa Pak?

Asing : *masih dengan suara preman* Iya, pak. *mengulang lagi statement yang dikatakan blablabla*

Saya : Kok bisa pak? Bagaimana sistemnya? Saya tahu kalo nomor itu ngga bisa digandakan, gimana pula caranya?

Asing : *diulang lagi kata-kata yang sama sambil terbata-bata* (dalam hati saya berkata, 1x lagi dapet piring Pak, hehe)

Saya : Yaudah pak, saya sibuk. *pencet tombol merah*

Yup. Saya tahu ini pasti ada yang ngga beres deh. Segera saya menghubungi ibu saya di kantornya. Tut-tut-tut-tut. . . Tidak ada jawaban. Rumah, ayo hubungi rumah. Saya kemudian menghubungi nomor rumah saya. Tut-tut-tut. . . Tidak ada yang mengangkat. Saya coba sekali lagi, Tut-tut-tut. Terdengar suara di seberang sana.

Saya : Halo Assalamu’alaikum

Suara : Halo

Saya : Pak ini siapa? *suaranya aneh, seperti ngga kenal*

Suara : Saya ****** (sensor, nama ayah saya)

Saya : Lah, pak, ini anakmu.

Suara : Hah? Siapa Pak?

Saya : Ini anakmu, anakmu, dev.

Ayah : Hah? Ya Allah, katanya kamu kecelakaan, kamu ngga apa-apa?

Saya : (saya sudah menduga, ada sesuatu, dan memang benar kan?) Walah, saya lagi dikampus pak, dari tadi, ngga kenapa kenapa.

Ayah : Tadi ada polisi telepon, katanya kamu kecelakaan, Alhamdulillah, Alhamdulillah. (terdengar suaranya sangat bersyukur)

Saya : Yaudah pak, saya ada acara, saya pokoknya ngga apa-apa, hubungi adek ya pak. *tet-tet-tet-*

Ya, begitulah kira-kira. Sebuah modus penipuan berkedok rasa sayang orangtua kepada anaknya. Membaca beberapa artikel tentang penipuan sejenis, sangat, uh, menjengkelkan. Mereka benar-benar mempermainkan perasaan orang tua. Ada beberapa cerita yang mengatakan bahwa ia dikabari anaknya kakinya patah, kepalanya bocor, dan harus segera dioperasi, kalo tidak tamatlah. Ada juga yang berkedok sebagai seorang dokter, dengan menjelaskan keadaan pasien yang tidak kalah tragis yang membuat orangtua mana yang tidak shock sewaktu dikabari anaknya `hampir meninggal`, bahkan ada effect ambulans juga, wow.

Jadi modusnya begini, si penipu pertama-tama menghubungi orangtua kita, dan memberitakan kecelakaan. Ditutup. Lalu si penipu menghubungi si anak, dan menyuruh hapenya dimatikan, entah apapun itu alasannya, biasanya selama 30 menit. Setelah itu, penipu akan menelepon kembali orangtua kita dengan menjelaskan kondisi kritis kita dan meminta sejumlah uang ditransfer ke rekening. Dan apabila tidak cepat, ancamannya nyawa. Nah loh, orangtua mana yang rela kehilangan anaknya?

Oleh karena itulah, saya menshare cerita ini kepada teman-teman, siapa tahu ada modus seperti ini dan kita tidak akan tertipu. Jadi, siapapun orang asing yang menelepon kita secara tidak wajar, jangan langsung percaya. Tenang. Gunakan pikiran dingin. Pikirkan, apa benar yang dikatakan dia? Saya crosscheck dulu dengan pengetahuan yang saya pahami. Saya hubungi dulu orang-orang yang bersangkutan apabila saya disuruh melakukan ini. So, InsyaAllah kita tidak akan tertipu.

Masih banyak modus-modus penipuan selain contoh yang saya alami. Mengutip kata-kata bang napi yah, “Waspadalah, waspadalah!”. Oia, jangan lupa juga, perbanyak amal ibadah kita, bersedekah, zakat, menolong fakir miskin, dan banyak kegiatan sosial lainnya karena Allah telah berjanji dalam firmanNya. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu, niscaya kamu memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. | Q. S. Al-Muzzammil [73] : 20 |. Oke, nice day!

About devezzfil

Hello World. I'm just a college student with normal habits. Go to college, learning, playing, and do others stuff that make me to be a better student. My hobby is surfing on internet, writing, and now i'm learning how to editing a photo. At all, I just same as you, a person who wanna live peacely. Have a good day!
This entry was posted in Story Line and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Mahasiswa jangan takut digertak, oke?

  1. putri arum says:

    “Mahasiswa jangan takut digertak, oke?”

    kalo bukan mahasiswa boleh takut digertak dong –a ???

  2. devezzfil says:

    ya bukan begitu, ini cuma penekanan aja, kalo udah mahasiswa itu harus sudah berpikir kritis. jadi biar ngga gampang dibohongi.

    kalo anak SD mah, udah takut kalo di gertak sama polisi walopun itu gadungan.😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s