Milik siapakah kita?


 

Who?

Who?

Alhamdulillah. Setelah sibuk dari acara persiapan PK2, saya menghadiri pengajian di Islamic Center. Agak telat sih, waktu tiba disana sudah mulai acara `training motivation`, tapi acara intinya yaitu ceramah ramadhan belum dimulai. Jadilah saya ditakdirkan untuk mendengarkan sekaligus me-recharge keimanan dengan kajian-kajian sebelum berbuka di bulan Ramadhan ini. Oke, disini saya akan mencoba menceritakan kembali, semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman sekalian.

Cerita itu dimulai dari seorang budak. Tahukah kalian bahwa seorang budak itu tidak memiliki dirinya, dirinya adalah milik majikannya. Lalu siapakah pemilik sang majikan? Mudah saja jawabannya, semua yang ada di dunia ini adalah milik sang Khaliq, Allah Swt. Jadi, buruh ini sudah merasa tidak memiliki jiwanya, Ia serahkan semuanya hanya untuk sang Maha Agung. Sebuah pernyataan yang patut kita tanyakan kepada diri kita sendiri, siapakah pemilik diri kita ini? Saya yakin, kebanyakan dari kita pasti menjawab Allah. Tapi, benarkah itu? Sudahkah kita menjaga sholat kita agar tepat waktu? Ikhlaskah kita mempelajari ilmu agamaNya? dan Sudahkah kita dengan totalitas menjadi penyeru Agamanya? Wallahu’alam.

Kawan, tahukah kalian siapa budak yang lebih terkenal daripada majikannya sendiri itu? Ya, dialah Thariq bin Ziyad, sang penakluk Andalusia (yang kini disebut Spanyol). Awal mula, bangsa Spanyol waktu itu dikuasai oleh bangsa Gotic dari Jerman. Raja Rodericklah yang berkuasa saat itu. Ia adalah pemimpin yang keji, suka menindas rakyatnya sendiri dengan peraturan-peraturan yang membebani rakyat. Saat itu Spayol dibagi menjadi lima kasta.

Kelas pertama adalah keluarga raja, bangsawan, orang-orang kaya, tuan tanah, dan para penguasa wilayah. Kelas kedua diduduki para pendeta. Kelas ketiga diisi para pegawai negara seperti pengawal, penjaga istana, dan pegawai kantor pemerintahan. Mereka hidup pas-pasan dan diperalat penguasa sebagai alat memeras rakyat. Kelas keempat adalah para petani, pedagang, dan kelompok masyarakat yang hidup cukup lainnya. Mereka dibebani pajak dan pungutan yang tinggi. Dan kelas kelima adalah para buruh tani, serdadu rendahan, pelayan, dan budak. Mereka paling menderita hidupnya.

Nah, karena kelas yang sangat tidak menguntungkan itu, maka banyak rakyat Spanyol yang pindah ke Afrika. Musa bin Nushair yang memimpin Afrika pada saat itu menyambut kedatangan mereka dengan senang hati. Rakyat Spanyol merasakan kesetaraan, kedamaian, dan keamaan disana. Para imigran Spanyol itu kebanyakan beragama Yahudi dan Kristen. Bahkan, Gubernur Ceuta, bernama Julian, dan putrinya Florinda (yang dinodai Roderick) ikut mengungsi.

Melihat hal itu, Musa bin Nushair berencana menaklukkan Spanyol. Kemudian dia mengirim Abu Zar’ah untuk menaklukkan tepian Spanyol. Abu Zar’ah pulang membawa kemenangan, dan Musa pun berkeinginan menguasai seluruh Spanyol, sehingga ia mengutus Thariq bin Ziyad dengan membawa 12.000 pasukan berlayar ke Spanyol.

Thariq beserta pasukannya tiba di sebuah gunung (yang sekarang dikenal sebagai Gibraltar *Jabal Thariq*). Setibanya disana, Thariq langsung memerintahkan pasukannya untuk membakar kapal. Pasukannya kaget. Mereka bertanya, “Apa maksud Anda?” “Kalau kapal-kapal itu dibakar, bagaimana nanti kita bisa pulang?” tanya yang lain. Dengan pedang terhunus dan kalimat tegas, Thariq berkata, “Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita hanya memiliki dua pilihan: menaklukkan negeri ini lalu tinggal di sini atau kita semua binasa!”

Kini pasukannya paham. Mereka menyambut panggilan jihad Panglima Perang mereka itu dengan semangat berkobar. Lalu Thariq melanjutkan briefingnya. “Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh. Demi Allah swt., satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujuran dan kesabaran. Hanya itu yang dapat kalian andalkan.

Dan akhirnya perang antara 12.000 pasukan Thariq VS 100.000 pasukan Roderick dimenangkan oleh Thariq, Subhanallah. Saya teringat firman Allah,”jika Allah menolongmu, maka tak ada yg dapat mengalahkanmu. tetapi jika Allah membiarkanmu (tidak memberimu pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? karena itu,
hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” [Q.S. Ali Imran <03>:160].

Hikmah apa yang dapat kita ambil?

  1. Info tambahan : 12.000 pasukan Thariq adalah pasukan istimewa, dimana mereka dipilih dari ratusan ribu orang dengan seleksi menurut ke-luarbiasaan ibadah mereka. Dari pertanyaan siapa yang tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu seumur hidup? Siapa yang tidak pernah meninggalkan jama’ah? Siapa yang tidak pernah meninggalkan Shalat malam? dan berbagai pertanyaan lain sehingga terpilihlah 12.000 orang tersebut. Subhanallah. *ini menurut cerita tadi, kebenarannya wallahu’alam, tapi bukankah bisa menjadi penyemangat bagi kita untuk selalu meningkatkan taraf ibadah kita?*
  2. Semangat kawan. Ambillah semangat dari kisah ini. Dedikasikan hidup kita hanya untuk beribadah kepadaNya. Eits, beribadah tidak hanya sholat, mengaji, dll. Beribadah itu selalu meniatkan segala sesuatu karena mengharap ridhoNya. Kalao di sebuah buku yang pernah saya baca sih ada rumusnya, begini : Bismillah + pekerjaan = cocok -> Do it! Contoh: bismillah + makan = cocok! -> Do! || Bismillah + pekerjaan = tidak cocok -> Leave it! Contoh: Bismillah + mencuri = tidak cocok -> Leave! || Ya, seperti itulah, semua hanya untukNya.
  3. Mengapa mereka senekat itu berperang dengan nyawa sebagai taruhannya? Karena mereka ingin mati syahid yang pasti dibalas surganya. Logikanya begini, jika mereka berhasil meng-islamkan Spanyol, maka pahala seluruh rakyat Spanyol akan terus mengalir pada mereka dan menambah amalan baik pada pahlawan perang, sehingga Allah menghadiahi surga. Lalu, bagaimana dengan kita? Apakah kita di zaman modern ini mau mati syahid juga? Tidak kawan, kita adalah pewaris para nabi yang bertugas untuk berda’wah. Mari kita berda’wah dengan semangat mereka. Totalitas di dalamnya, janganlah mengeluh, janganlah bersedih, janganlah bingung, janganlah takut, karena Allah selalu bersama orang-orang yang sabar dalam iman dan taqwa. Mari kita hembuskan nafas islam di sekitar kita, contoh kecil saja, ketika mendengar adzan mari kita mengajak teman-teman kita untuk sholat. Ya, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang.😀
  4. Dan banyak lagi hikmah-hikmah yang dapat kalian cari sendiri. *tidak cukup jika ditulis disini, hehe.*

Alhamdulillah, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya. Apabila ada kesalahan, saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah, dan kebenaran itu datangnya hanya dari Allah Swt. Wallahu’alam bisshowab.

About devezzfil

Hello World. I'm just a college student with normal habits. Go to college, learning, playing, and do others stuff that make me to be a better student. My hobby is surfing on internet, writing, and now i'm learning how to editing a photo. At all, I just same as you, a person who wanna live peacely. Have a good day!
This entry was posted in Islam Holic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s