Negeri 5 Menara, Cerita dibalik Dinding sebuah Pondok.


Novel N5M Karya Ahmad FuadiSuka membaca novel? Sudah pernah membaca salah satu karya Ahmad Fuadi yang berjudul Negeri 5 Menara atau biasanya disebut N5M? Jika belum, saya sarankan teman-teman membacanya karena novel ini menurut saya benar-benar novel yang penuh inspirasi, memadukan antara persahabatan dan cita-cita dalam rangkaian kata yang begitu indah.

Novel N5M mengalur masa depan – masa lalu (cerita utama) – masa depan – masa lalu (lanjutan cerita utama). Alur yang bagus, sehingga perasaan kita dicampuraduk dalam masa depan yang berbalut kenangan indah masa lalu. Namun, ada beberapa kelemahan di novel ini, beberapa cerita sampingan dari karakter tambahan yang cukup penting tidak dijabarkan disana, cukup penasaran sih. Tapi tidak tahu juga, karena N5M ini merupakan trilogi, bisa saja Mas Fuadi menceritakan kisah-kisah itu di buku pamungkasnya.

Cerita novel ini diawali dengan tokoh Alif yang ingin masuk SMA namun keinginannya dikalahkan oleh paksaan ibunya yang menyuruhnya bersekolah di sekolah agama. Akhirnya, dia memutuskan untuk menimba ilmu di salah satu pondok di Jawa Timur, Pondok Madani, Gontor – Ponorogo. Kisah ini berlanjut dengan pertemanan Alif dengan 5 orang lain yang dia kenal lewat insiden pelanggaran yang mereka lakukan ketika telah berada di Pondok Madani (PM). Mereka adalah Baso, Raja, Atang, Said, Dulmajid. Dan persahabatan mereka dimulai sejak detik itu dan mereka sering berkumpul di bawah menara Masjid PM saat waktu luang sehingga mendapat julukan `Sahibul Menara` (sang pemilik menara).

Alur yang disajikan di dalam novel ini sangat menarik, mulai dari hal-hal yang sepele sampai kejadian-kejadian yang tak terduga dengan kesan natural yang tidak hilang, seolah-olah kita benar-benar diajak menuju dunia PM yang penuh dengan ancaman hukuman di saat tahun awal dan ketakutan akan ujian di tahun akhirnya. Yak, keren deh pokoknya.

Selain itu, berbagai sikap yang ditunjukkan sang tokoh dapat menjadi contoh nyata sehingga kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan pribadi kita. Misalnya, saat Alif tidak punya harapan lagi dalam menghafal kosa kata Inggris dan Arab, dia masih terus berusaha walau terpaksa, dan akhirnya dia berhasil menguasai kedua bahasa itu dalam tiga bulan. Ada lagi, saat Baso mengambil keputusan untuk keluar dari PM karena anggota keluarga satu-satunya, yaitu neneknya sedang sakit, sebuah keputusan bijak yang memberi sebuah contoh bagi kita yang mungkin mempunyai masalah yang sama. Dan banyak lagi kisah-kisah yang bisa kita jadikan `uswatun khasanah`.

At last, novel yang bagus, sangat saya rekomendasikan 9,5/10 nilainya. Banyak nilai yang terkandung di dalam novel ini, mulai dari taat kepada orang tua, persahabatan, kemanusiaan, isi hati yang tidak terungkapkan, dan silakan dibaca sendiri.😀 Happy Read!

About devezzfil

Hello World. I'm just a college student with normal habits. Go to college, learning, playing, and do others stuff that make me to be a better student. My hobby is surfing on internet, writing, and now i'm learning how to editing a photo. At all, I just same as you, a person who wanna live peacely. Have a good day!
This entry was posted in Story Line and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s