Ketika Hati Bertasbih.


HatiAssalamu’alaikum ya akhi wa ukhti.😀

Selamat pagi *walaupun ini malam sih* teman-teman semua!

Alhamdulillah, keinginan untuk menulis muncul kembali. Senang sekali rasanya saya bisa menulis, dan mungkin ini memang hobi saya yang sebenarnya. Walaupun isi dari blog ini adalah curhatan yang (tidak) penting, tapi semua yang besar itu berawal dari yang kecil bukan? So, semoga niat menulis itu selalu ada, ada, dan tetap ada hingga waktu yang tak terhingga.

Bahasan kali ini adalah, err, judul maksud saya, `Ketika Hati Bertasbih`. Ini akibat side effect setelah menonton film `Ketika Cinta Bertasbih Jilid 2`. Apa yang spesial dari film itu? Banyak. Setiap melihat atau membaca novel islami saya lebih bisa terpacu untuk selalu berbuat baik dan lebih baik seperti yang dicontohkan si tokoh utama.

Setelah beberapa saat lalu semangat saya disuntik oleh novel karya Anwar Fuadi dengan judul Negeri 5 Menara, kini hari-hari terasa berlalu dengan penuh hidayah. Hampir mirip sih dengan kehidupan di novel itu, mungkin karena saya mengamalkan salah satu pelajaran, yaitu ikhlas. Beberapa hari ini iklhaslah yang menjadi nafas hidup ini, apapun yang saya lakukan ikhlas karenaNya dan sungguh efek yang ditimbulkan sangat besar. Semua yang berjalan di sekeliling kita sepertinya membantu keikhlasan itu. Misalnya nih, tadi sa’at saya sampai di rumah adzan sudah berkumandang. Walaupun badan pegal plus capek yang tidak tertahankan, namun keikhlasan hati ini untuk sholat mengalahkan semuanya. Dengan kali yang kram tertatih-tatih berjalan ke musholla dekat rumah. Dan memang ajaib, setelah sholat rasanya capek ini hilang seketika, Subhanallah. Inilah yang disebut keikhlasan itu, sungguh tidak terbayangkan sensasinya.

Cerita singkat tadi setidaknya telah menggambarkan bagaimana kehebatan `Ketika Hati Bertasbih`. Sungguh, jika teman-teman semua mencoba untuk meluruskan niat, ikhlas karena mengharap ridhoNya insyaAllah semua akan berjalan dengan lancar walaupun ada beberapa halangan yang mungkin menghampiri. Nah, makanya untuk mendapatkan kesuksesan dalam mentasbihkan hati ini kita harus bisa sedikit menyingkirkan setan-setan yang selalu membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia.

4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. 5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. [Q.S. An-Nas <144:4-5>]

Ya, memang sesuai dengan apa yang telah digariskan Allah. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim yang hendaknya selalu baik, lebih baik, dan lebih baik dari hari ke hari kita harus selalu memperbaiki diri untuk bisa selalu meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Swt. Sip.😀

About devezzfil

Hello World. I'm just a college student with normal habits. Go to college, learning, playing, and do others stuff that make me to be a better student. My hobby is surfing on internet, writing, and now i'm learning how to editing a photo. At all, I just same as you, a person who wanna live peacely. Have a good day!
This entry was posted in Islam Holic. Bookmark the permalink.

4 Responses to Ketika Hati Bertasbih.

  1. mahar ^_^ says:

    negeri 5 menara?
    kok baru dengar ya?
    ceritanya tentang apa?

  2. devezzfil says:

    @mahar : woh, itu novel udah lama, tahun 2008 kalo ngga 2009. ceritanya tentang kehidupan di pondok gontor yang menginspirasi deh. coba aja dicari dan dibaca, ngga bakal nyesel baca N5M.😀

  3. mahar ^_^ says:

    iya insya Allah q cari
    pernah baca Zero to Hero g?
    bukunya benar-benar menginspirasi
    bagus banget buat selalu motivasi diri
    kalo udah baca, ya gpp
    tapi kalo belum,,ya coba dibacalah,,,
    lalu,, rasakan sensasinya…. 😀

  4. nurfa says:

    siipp… b_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s