Aku Rindu Padamu.


Rindu

Alangkah Indahnya Hidup Ini
Andai Dapat Kutatap Wajahmu
Kan Pasti Mengalir Air Mataku
Kerna Pancaran Ketenanganmu

Cuplikan lagu dari Raihan yang berjudul “Ya Rasulallah” ini terus menerus aku nyanyikan sepanjang perjalanan pulang dari pengajian IKADI Jember. Entah mengapa, sejak kemarin tiba-tiba lagu ini terus menemaniku sepanjang hari dan hari ini pun di saat pengajian berakhir, lagu ini yang diputar. Subhanallah

Sebuah peringatan. Ya, mungkin semua itu pertanda dari Allah. Dia mengingatkanku bahwa bulan yang penuh ampunan akan segera tiba, tidak lama, 23 hari lagi. Oleh karena itu, lantunan lagu yang merdu itu merupakan pelebur bagian-bagian qolbuku yang membeku karena godaan-godaan syaitan yang senantiasa hadir setiap waktu.

Dan tampaknya semua ini memang sudah diatur. Kemarin, aku membaca buku tentang cara mengubah kebiasaan dan saat ceramah tadi, Ustad Abu (Ketua IKADI Jember)  membahas tentang kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat dan cara mengubah kebiasaan itu. Intinya, dalam menyambut bulan Ramadhan kita harus mempersiapkan perubahan itu mulai dari sekarang.

Sedikit bercerita tentang isi pengajian tadi. Kebiasaan yang dibahas tentang kebiasaan yang buruk di masyarakat yaitu: merokok, catur, memancing, golf, pacaran, dll. Ya, ceramah tadi membuat aku membuka mata bahwa banyak sekali kebiasaan-kebiasaan yang ada di sekitar kita, biasa kita lihat dan temukan dimana saja namun memiliki efek negatif lebih banyak daripada positifnya.

Kita ambil contoh salah satu, rokok. Mengapa orang masih tetap merokok padahal sudah jelas di bungkusnya tertera penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan dari merokok? Jawabannya, karena rasa nikmat. Rasa nikmat yang diperoleh seseorang dari menghisap rokok mengalahkan semua rintangan yang ada di hadapannya. Lalu, bagaimana cara menghentikannya? Mudah saja, karena telah tahu penyebab dari merokok yaitu nikmat, maka kita harus mencari sesuatu yang lebih nikmat dari rokok untuk disodorkan kepada perokok itu. DONE.🙂 Yah, tetapi masing-masing individu punya selera yang berbeda-beda tentang apa yang disebut nikmat itu. Setidaknya, kita sudah paham dimana pokok permasalahannya. Ok.

Back to topic. Rindu. Rindu kepada Rasul. Rindu akan datangnya Ramadhan. Dan rindu akan rumah yang di dalamnya ada siraman kasih sayang ibu, ayah, dan adikku. Semua amanah yang ada di kota pendidikan ini membuatku tidak bisa pulang walau ini adalah jadwal liburan. Tak apalah, ambil sisi positif dari setiap langkah adalah yang terbaik. Semoga latihan sejak dini bisa membuat aku kelak menjadi dokter yang selalu amanah dan berguna bagi agama, orang tua, dan dunia.

Last word, keep Allah in your heart beat, and everything gonna be ok.😀

About devezzfil

Hello World. I'm just a college student with normal habits. Go to college, learning, playing, and do others stuff that make me to be a better student. My hobby is surfing on internet, writing, and now i'm learning how to editing a photo. At all, I just same as you, a person who wanna live peacely. Have a good day!
This entry was posted in Islam Holic. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s