Alhamdulillah, Saya Sehat!


Alhamdulillah, Saya Sehat!Sore hari. Tiba-tiba ada sms dari seorang teman yang isinya mengajak saya untuk menjenguk dua orang teman kuliah saya yang sedang sakit. Hmm, saya berpikir sejenak, besok hanya ada praktikum dan kuliah jadi waktu belajar masih banyak lagipula sore itu saya sedang tidak sibuk hanya beberapa cucian yang belum sempat saya cuci, hehehe, dan saat saya menulis cucian itu masih belum beres, InsyaAllah besok pagi kok saya cuci. :) So, saya memutuskan untuk ikut menjenguk ke rumah sakit.

Alhamdulillah, ternyata banyak juga teman-teman saya yang ikut, kira-kira lima belas orang. Setelah berkumpul di tempat kos salah satu tempat saya, kami segera menuju rumah sakit yang pertama, namun sebelum itu kami mampir dulu ke minimarket untuk memberikan beberapa makanan untuk teman kami yang sakit.

Sesampainya di rumah sakit, kami bergiliran masuk ke kamar teman kami. Ketika tiba giliran saya masuk, saya memerhatikan wajah teman saya itu pucat. Saya hanya tersenyum dan langsung mengajaknya ngobrol dan sesekali bercanda untuk membuat pikirannya menjadi bahagia dan *mungkin* bisa melupakan rasa sakitnya untuk sejenak. Beberapa menit berlalu dan kini raut wajahnya telah berubah menjadi ceria, alhamdulillah, kami pun pamit dan menuju ke rumah sakit yang kedua.

Di kamar teman kami yang kedua, keadaannya sama. Wajahnya menampakkan raut sedih, dan kami pun kembali bercanda agar teman saya yang sakit itu bisa lebih ceria dan bisa lekas sembuh. Ternyata usaha kami berhasil dia tersenyum ketika kami berpamitan pulang. Walaupun saya tahu saat itu dia tengah melupakan rasa sakitnya saya hanya bisa mendo’akan agar teman-teman saya yang sakit cepat sembuh.

Oke, dari kisah yang saya alami tersebut saya jadi berfikir tentang ‘masa sehat’. Terkadang kita seringkali melupakan nikmat sehat yang telah diberikan Allah kepada kita. Saat sehat kita malas untuk beribadah, malas untuk beraktifitas, malas untuk belajar. Padahal mereka yang sakit ingin segera cepat sembuh dan segera dapat beraktifitas kembali.

Ya, memang benar firman Allah dalam Surat As-Sajdah ayat 9, sedikit sekali hambaku yang bersyukur. Namun teman-teman semoga dengan sedikit tulisan ini dapat membuka hati kita untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan karena dengan rasa syukur itulah kita dapat merasakan hidup dengan damai karena hati yang selalu ikhlas.

Lalu, bagaimana cara bersyukur? Bersyukur berarti menikmati apa yang kita miliki dengan maksimal. Misalnya sekarang kita sehat, rasa syukur itu dapat kita wujudkan dalam kegiatan seperti : membantu orang tua kita menyelesaikan pekerjaan rumah, belajar dengan rajin dan tekun, mengikuti diskusi yang dapat menambah ilmu pengetahuan, dan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan ketika kita sehat. Intinya, apapun yang kita lakukan sebisa mungkin kita lakukan secara maksimal dengan mengharap ridho Allah Swt.

Sebagai penutup, mari kita berusaha untuk selalu bersyukur karena syukur itu indah bagi yang memahaminya.

About devezzfil

Hello World. I'm just a college student with normal habits. Go to college, learning, playing, and do others stuff that make me to be a better student. My hobby is surfing on internet, writing, and now i'm learning how to editing a photo. At all, I just same as you, a person who wanna live peacely. Have a good day!
This entry was posted in Story Line. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s